Minggu, 21 Februari 2021

A

Always Have, Always Will


Always Have, Always Will adalah drama mandarin yang mulai tayang sejak 20 Januari 2021. Drama ini menceritakan tentang Luo Yan, siswa laki-laki yang cerdas namun dingin dengan Fang Li, siswa perempuan yang baik namun tidak cukup baik dalam bidang akademik. Luo Yan dan Fang Li adalah teman sekelas di masa SMA. Bukan hanya teman sekelas, keduanya adalah teman sebangku. Sayangnya, Luo Yan dan Fang Li memiliki hubungan yang tidak baik. Bagi Fang Li, Luo Yan adalah mimpi buruknya. Fang Li menganggap Luo Yan adalah devil yang membuat masa-masa SMA-nya tidak tenang dan selalu tertimpa masalah. Luo Yan sendiri entah kenapa sangat suka membuat Fang Li naik darah, haha. 

Cerita di Episode 1 dimulai dari Fang Li yang berteriak kencang dan mengatakan tidak mau bertemu lagi dengan Luo Yan. Siapakah Luo Yan itu? 

Oke, mari mundur sejenak ke seminggu lalu. Saat itu Fang Li menghadiri acara makan malam teman sekamarnya di kampus, Sun Jiayi. Sun Jiayi adalah seseorang yang menurut Fang Li sangat menarik dan pandai bergaul. Alasan Fang Li hadir di sana adalah karena makanan. Haha. Jadi dia mengabaikan keramaian acara dan fokus pada makanan di hadapannya. Di acara itu mereka memainkan game. Game semacam melakukan tantangan berdasarkan nomor dadu yang diperoleh. Nah, Sun Jiayi ini terpilih dalam game dan dia mendapat ditantang melakukan confession. Awalnya dia akan melakukan confession entah pada siapa. Lalu, niatnya berubah saat seseorang datang bergabung ke acara makan malam mereka. Siapakah dia?

Dia adalah Luo Yan.

Shi Xu, salah satu laki-laki yang menyukai Sun Jiayi menyambut Luo Yan dan mengenalkan dia kepada teman-temannya sebagai saudara terbaiknya. Melihat Luo Yan, Fang Li tentu saja langsung mengingat semua hal buruk masa SMA-nya saat bersekolah. Masa-masa saat dia menjadi teman sekelas dan teman sebangku Luo Yan. Saat Luo Yan sudah duduk, Sun Jiayi mengatakan bahwa dia akan melakukan confess padanya. Namun, Luo Yan mengatakan bahwa dia baru saja datang, bagaimana bisa Sun Jiayi melakukan confess padanya? Hal itu dibenarkan oleh Shi Xu. Fang Li kemudian menatap ke arah Luo Yan dan menyapanya. Fang Li mengatakan "lama tidak bertemu" dengan wajahnya yang jutek, namun Luo Yan justru memandangi Fang Li. Sepertinya dia tidak mengingat Fang Li.


Lalu, permainan dilanjutkan. Kini, giliran Luo Yan. Luo Yan memutar dadu. Lalu, nomor dadu menunjukkan tantangan bahwa dia harus mencium perempuan selama tiga detik. Luo Yan berpikir sejenak lalu akhirnya dia memilih Fang Li. Tentu saja Fang Li menolak. Meski begitu, teman-temannya mengingatkan untuk mengikuti peraturannya. Mau tidak mau Fang Li mengikuti permainan. Luo Yan mencium Fang Li selama tiga detik. Dan setelahnya, Fang Li ngamuk. Haha. Fang Li melemparkan sendok mengakibatkan kuah makanan di hadapannya meluncur indah ke baju Luo Yan. Dan mimpi buruk Fang Li sesi 2 dimulai. Mimpi buruknya dia dapatkan dari Sun Jiayi yang tak terima karena Luo Yan memilih Fang Li. Jadilah Sun Jiayi melancarkan ajakan busuk kepada dua teman sekamarnya yang lain untuk tidak memedulikan Fang Li. Dari episode 1 saja saya sudah ingin sumpah serapah pada Sun Jiayi ini. Asli nyebelin 5.0. 

Begitulah awal mula kenapa Fang Li berteriak di kampus dan berharap tak bertemu lagi dengan Luo Yan. Karena dia merasa Luo Yan-lah penyebab dia bersitegang dengan Sun Jiayi juga teman-teman sekamarnya. 

Cerita lalu berlanjut pada kisah Luo Yan menagih baju yang ternoda saat acara makan malam pada Fang Li. Karena noda di baju Luo Yan masih saja berbekas, Fang Li berniat membersihkannya di lab. Dia menggunakan cairan kimia dan menyemprot baju Luo Yan. Namun, malah terjadi kecelakaan. Lab kimia berasap dan Fang Li hampir pingsan. Di saat yang sama, Luo Yan sedang berada di kampus dan langsung menuju lab begitu tahu ada kecelakaan. Dia pun segera membawa Fang Li keluar dan memanggil ambulans. Luo Yan, kaget karena ternyata orang yang dia selamatkan adalah Fang Li. Fang Li lalu meminta maaf karena dia tidak bisa mengembalikan bajunya. Tentu saja Luo Yan memarahi Fang Li yang memikirkan baju dibanding keselamatannya.

Akibat kejadian itu, Fang Li menemukan banyak masalah di kehidupan kampusnya. Semua masalah itu selalu saja terkait dengan Luo Yan. Dari kejadian-kejadian setiap episode saya pikir Luo Yan ini memang punya cara sendiri untuk membantu Fang Li. Cara-cara yang justru disalahpahami Fang Li, karena menganggap Luo Yan hanya ingin membulinya. Ya, sih sekilas memang nampak begitu. Misalnya saat Fang Li harus menerjemahkan novel dan komik kesukaan Luo Yan. Lalu harus berlari ke kantin untuk membelikan minuman dengan durasi waktu yang ditentukan. Sekilas nampak seperti penyiksaan. Haha.  Namun, di episode-episode selanjutnya bisa dipahami bahwa ternyata itulah cara Luo Yan membantu Fang Li dalam ujian Bahasa Inggris yang selalu dihindarinya. Juga dia bisa mendapat skor yang bagus untuk tes lari 800 meter karena kebiasaannya berlari saat disuruh Luo Yan membeli minuman ke kantin. Namun, tentu saja Fang Li tidak bisa memahami itu meski yang mengatakan kebenaran adalah sahabatnya sendiri, Qi Fei Fei.

Qi Fei Fei adalah sahabat Fang Li yang luar biasa. Dia sangat menyayangi Fang Li, selalu mendengarkan keluh kesah Fang Li, dan membantu Fang Li menemukan solusi dalam setiap masalah. Dia juga bisa sangat berani melabrak Sun Jiayi demi Fang Li. Fei Fei juga termasuk anak yang pekerja keras, tekun, dan pantang menyerah untuk impiannya menjadi selebriti. 

Selain kisah Luo Yan dan Fang Li yang nantinya dibumbui dengan adanya Su Qi Yang dan juga Sheng Ze, senior Fang Li dan Luo Yan semasa SMA, Fei Fei memiliki kisah dengan Shi Xu. Shi Xu ini awalnya menyukai Sun Jiayi. Karena itu dia mencoba melakukan berbagai cara agar Sun Jiayi bisa menyukainya. Lalu, Jiayi yang kesal pada Fei Fei dan bermaksud membalas kelakukan Fei Fei yang melabraknya, Jiayi menyuruh Shi Xu untuk mencari tahu nomor telepon Fei Fei. Lucunya, Shi Xu perlahan malah menyukai Fei Fei. Mereka sering bersama-sama pada beberapa waktu untuk ngobrol dan kencan. Bahkan saat Jiayi mengajaknya untuk menonton (Jiayi mau ngajak Shi Xu biar dibayarin saja sebenarnya), Shi Xu menolak Jiayi dan memilih makan bersama Fei Fei yang saat itu sedang merasa sedih karena masih saja belum lolos audisi untuk menjadi aktris.

Berikut beberapa foto pemain Always Have, Always Will.



Drama mandarin ini adalah drama ketiga yang saya tonton. Sebelumnya saya pernah menonton drama When We Were Young (2018), drama tema remaja mengisahkan anak SMA tentang persaingan Yang Xi dan Hua-Biao. Agak-agak lupa sih ceritanya. Yang masih saya ingat adalah bagaimana Hua-Biao sangat menyayangi neneknya dan bagaimana Yang Xi selalu bertekad mengalahkan Hua-Biao.


Kedua, drama Girlfriend (2020). Drama ini bertema romance-comedy. Di drama ini ada aktris pemula yang pekerja keras, tekun, dan imut bernama Xiao Nuan atau akrab dipanggil Nuan nuan. Karena suatu hal yang terjadi dengan teater peninggalan orang tuanya, Nuan nuan membutuhkan uang dalam waktu singkat. Karenanya, Nuan nuan menyetujui sebuah misi yang melibatkan dia dengan CEO Anning, Ye Feimo. Drama ini baru saya tonton minggu-minggu lalu. Dan memang menarik. Setiap episodenya hanya berdurasi 30 menit. Sama seperti drama Always Have, Always Will sih. Setiap episodenya selalu menyenangkan untuk ditonton. Ya, lumayan untuk hiburan di masa pandemi yang entah kapan akan berakhir ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengadilan Anak. Pengadilan untuk pelaku kriminal yang dilakukan anak di bawah umur. Hakim Sim Eun-sok adalah hakim yang ditugaskan di sebua...