Ramadan
Bagaimana mengatasi kecemasan akan kekhawatiran tidak sampai ke Ramadan? Itulah sebabnya nabi saw. mengajarnya umatnya untuk berdoa agar disampaikan kita pada Ramadan. Doa yang seyogianya dipanjatkan sejak memasuki bulan Rajab. Tentunya dengan rendah hati berharap Allah masih memberi kesempatan agar kita sampai pada Ramadan, juga bisa menjalankan segala jenis ibadah yang mendukung teraihnya banyak pahala untuk bekal kita nanti. Sederhananya, agar Ramadan sukses besar.
Lalu, apa yang semestinya dilakukan agar Ramadan kita sukses?
Persiapan.
Saya pernah menonton sebuah video dari Yufid TV di youtube. Video yang disuarai oleh ustadz Muhammad Nurul Dzikri. Beliau menyampaikan bahwa untuk menuju Ramadan, seharusnya kita melakukan pemanasan. Ramadan jika diibaratkan adalah olimpiade, maka dia adalah olimpiadenya orang-orang takwa. Pada bulan itu semua orang berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan. Pada bulan itu semua varian ibadah ada untuk diperebutkan pahalanya. Maka, selayaknya atlet yang sedang mengikuti olimpiade, sudah seharusnyalah seseorang melakukan pemanasan untuk menyambut Ramadan.
Kenapa pemanasan?
Tentu saja karena atlet olimpiade tidak bisa ujug-ujug mendapat medali emas jika sehari-harinya tidak pernah latihan apapun. Jika seorang atlet kerjanya hanya tidur-makan-tidur lalu kemudian dia ikut lomba, tidak mungkin dia juara. Pasti kalah dia. Kita bahkan tahu bahwa olimpiade itu hanya diikuti oleh atlet-atlet papan atas dunia. Artinya, jika kita bukan atlet papan atas lalu masuk ke bulan Ramadan begitu saja tanpa pemanasan, jangan bermimpi mendapat medali takwa dari Allah Swt. Jadi, pemanasan adalah penentuan.
Pada bulan Ramadan, kita diminta berada di level teratas selama 30 hari bukan hanya 1-2 hari. Grafik yang diminta juga harus naik dari hari ke hari, tidak boleh turun. Karena klimaksnya ada di 10 hari terakhir, hari-hari terberat untuk bisa konsisten. Kalau sehari-hari kita tidak pernah puasa sunah, tidak tahajud, tidak baca Al-Quran, maka begitu masuk Ramadan, jangan harap bisa bertahan. Di situlah pentingnya pemanasan. Di situlah pentingnya kita bersemangat dari sekarang. Bahkan, ulama-ulama sudah beda levelnya dengan kita. Ulama-ulama sudah mempersiapkan diri untuk Ramadan sejak masuk Syaban. Ulama-ulama di masa Rasul rela menutup toko, libur sejak 1 Syaban untuk melakukan pemanasan. Pemanasan tahajud, baca Al-Quran, puasa sunah. Maka tidak heran jika ulama bisa mengkhatamkan Al-Quran dengan baik selama Ramadan.
Lalu, bagaimana dengan kita?
Sudahkah kita mempersiapkan diri untuk Ramadan?
Sudahkah kita melakukan pemanasan untuk Ramadan?
Apa saja yang semestinya kita persiapkan?
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan mulia Ramadan, agar Ramadan kita sukses, juara, dan mendapat medali takwa.
Satu, bekal ilmu.
Berilmulah sebelum beramal. Itu adalah pepatah yang sering kita dengar sehari-hari. Memang benar adanya seseorang harus berilmu terlebih dulu agar amal yang dia lakukan sesuai dengan sunah. Sebab jika melakukan amal yang tidak sesuai sunah maka hanya dapat lelahnya saja. Salah-salah malah menjadi dosa. Karena itu perlu diperkuat bekal ilmu menjelang Ramadan. Ilmu tentang puasa, misalnya. Apa itu puasa, apa yang dilarang selama berpuasa, serta apa yang sepatutnya dilakukan untuk menambah pahala puasa. Ilmu tentang zikir; zikir mana yang sebaiknya dilakukan, apakah sesuai sunah atau tidak. Dan tentunya banyak ilmu-ilmu di sampingnya yang terkait untuk memperkuat pemanasan menuju Ramadan.
Dua, perbanyak taubat.
Ulama menganjurkan agar umat Islam memperbanyak taubat dengan istigfar menjelang Ramadan. Tentunya kita berharap di Ramadaan dan setelahnya kita bisa menjadi lebih baik. Syarat taubat adalah menghindari dosa saat ini, menyesali dosa masa lalu, dan bertekad tidak melakukan dosa yang sama maupun yang baru di masa mendatang. Berat memang. Namun, tentunya dengan taubat dan istigfar kita berharap bisa menjalani Ramadan dengan lebih lancar dan mudah untuk melakukan kebaikan.
Tiga, perbanyak doa.
Menjelang Ramadan, dianjurkan memperbanyak doa memohon kemudahan dari Allah Swt. Kita tahu bahwa beribadah itu sulit. Kita tahu bahwa kita hanyalah makhluk lemah. Kemalasan biasanya lebih sering mendominasi. Maka karena itu sepatutnya kita berdoa agar Allah mudahkan kita dalam beribadah. Kita berdoa meminta Allah memudahkan kita berpuasa, sholat wajib, sholat sunah, membaca Al-Quran, bersedekah, dan segala macam jenis ibadah lain yang bisa mendukung teraihnya keberkahan Ramadan. Tentunya Allah lebih menyukai orang-orang yang berdoa kepada-Nya, bukan?
Nah, itulah tips-tips yang bisa dilakukan sebagai upaya menyambut Ramadan agar kita bisa lebih siap dengan segala tantangan. Yuk, kita bersiap pemanasan!




Tidak ada komentar:
Posting Komentar