Minggu, 28 Februari 2021

Edisi Akhir Bulan

Aku

Telah kunyanyikan alunan-alunan senduku
Telah kubisikan cerita-cerita gelapku
Telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku
Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu

        Sejak dulu, aku tak pernah bisa memahamimu. Selalu saja aku merasa kelabakan untuk bisa menyelami sikap dan jalan pikiranmu. Kadang kamu begitu dekat dan selalu ada di sisi kananku. Membersamai langkah-langkahku ke mana pun. Tapi, kadang kamu memilih membuka sayap, terbang tanpa permisi. Entah ke mana. Aku merasa kamu adalah angin. Tak bisa kulihat secara nyata ke mana akan perginya kamu. Di lain waktu, aku merasa kamu adalah laut, sedang aku hanya sesosok yang begitu takut untuk berenang apalagi menyelam. Aku hanya berani berdiri jauh dan membiarkanmu datang bersama gelombang, tak bisa mencegahmu pergi meski kamu sudah kembali berlalu pergi. Sederhananya, kamu seperti lirik lagu Simfony Hitam - Sherina. Aku tak bisa menyentuh hatimu.


Kamu

Ku tak bisa terima
Bila terus tak setia
Mengkhianati dia
Menduakan cinta

            Sejak dulu, aku sangat bisa memahamimu. Kamu yang ingin semuanya jelas dan tegas. Tapi memang aku sendiri selalu was-was. Benarkah jalan yang aku ambil ini? Apakah jika aku benar-benar mengatakan semua kejelasan yang kamu inginkan kamu akan terima? Seringkali aku ingin egois dan mempertahankanmu tetap di sisi kiriku. Mendengarkan suaramu yang mengalun di sepanjang perjalanan. Tapi ternyata aku tak bisa melakukan itu. Bagaimanapun aku tak bisa selalu di sampingmu. Sebagaimana gelombang laut, aku selalu kembali. Tak bisa mendarat di pesisir selamanya. Aku tak bisa memaksamu berenang atau menyelam bersamaku. Aku tak bisa membiarkanmu merasa ragu dan takut ketika bersamaku. Aku juga tak bisa membiarkan dia suatu hari datang padamu dan menyalahkan keadaan. Bagaimanapun aku yang salah. Salah karena mendatangimu dan menyentuh rasa yang seharusnya tak kamu tumbuhkan untukku. Sejujurnya, kamu sudah bisa menggapaiku, menyentuh hatiku. Tapi aku, aku tak bisa terus tak setia padanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengadilan Anak. Pengadilan untuk pelaku kriminal yang dilakukan anak di bawah umur. Hakim Sim Eun-sok adalah hakim yang ditugaskan di sebua...