Buah apa yang paling aku sukai? Alpukat.
Alpukat adalah buah yang konsisten. Warna kulit buah ini tetap pada jalan lurusnya yakni hijau, baik di saat mentah maupun saat sudah matang.
Alpukat adalah buah yang gampang diolah. Mau dimakan langsung, oke. Tinggal dibelah, ambil sendok, lalu keruk bagian per bagian dagingnya yang lembut itu. Nyam, langsung masuk di mulut. Mau di jus secara tradisional, bisa. Keruk bagian daging dengan sendok, taruh di gelas, tambahkan air gula merah sesuai selera, aduk-aduk, lalu nyam dinikmati. Mau di jus secara modern? Bisa juga. Taruh kerukan daging alpukat di blender, tambahkan sedikit air, klik blender menyala, biarkan sampai lembut. Lalu, tinggal diminum.
Alpukat adalah buah yang menentramkan. Rasanya yang tidak terlalu manis, dagingnya yang lembut, dan aromanya yang alami, membuat alpukat layak dicintai. Haha.
Eh, bener toh. Memang alpukat ini pantas dinobatkan buah sejuta umat. Belum lagi jika menilik banyak manfaat yang dibawanya. Misalnya, menjaga kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, sampai mencegah penyakit kronis. Ini bukan kata saya loh, ini kata sebuah sumber di bagian ahli medis: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3635880/manfaat-alpukat-bisa-cegah-osteoporosis-hingga-penyakit-kronis
Ya, sejak kecil karena aku tumbuh di kaki gunung, alpukat menjadi salah satu buah favorit karena bisa didapatkan cuma-cuma. Hanya perlu jalan-jalan ke kebun, lalu memungut alpukat yang sudah jatuh dari pohon. Kebun orang, sih. Tapi pemilik kebun sudah mengizinkan kalau-kalau ada alpukat jatuh silakan diambil dan dimanfaatkan. Hehe. Jadilah sampai sekarang, alpukat ini buah yang tak lekang meski waktu digerus zaman.
Kalau-kalau kamu juga suka buah alpukat, mungkin bisa mulai menanam pohon ini di kebunmu. Hanya perlu diwaspadai satu hal sih. Saat masa berbuah sudah lewat, pohon ini sejenak akan berubah mengerikan karena ada masanya akan dikunjungi para ulat yang kelaparan lalu memangsa daun-daun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar