Lagu
Apakah kamu menyukai lagu? Tidak? Bagus, kalau begitu. Haha. Karena itu artinya sekarang kamu berbeda denganku. Maaf, bercanda.
Jadi pada postingan kali ini aku ingin berbincang tentang lagu.
Aku mengenal lagu sejak mm, entahlah. Sejak aku mengenal radio di masa kecil. Sejak itu aku sangat suka mendengarkan lagu. Lagu apapun. Lagu pop, melayu, dangdut, nasyid, barat, dan semua jenis lagu yang kurasa menyenangkan di telinga. Bahkan saat-saat kedekatanku dengan radio, aku hafal stasiun radio yang selalu memutar lagu. Bahkan ada satu stasiun radio yang terus memutar lagu dengan sedikit iklan. Bertahun-tahun lamanya aku mengenal radio, bertahun-tahun pula aku selalu menyukai lagu. Dari sana pulalah aku mengenal namanya band: Ungu, Peterpan (sekarang sih jadi Noah), Vagetoz, Nano, D'Masiv, Hello Band, Ada Band, Armada (dulu awal-awal namanya Kertas), Hijau Daun, dan masih banyak lagi. Sampai-sampai aku mengalami fase di mana suka menuliskan lirik lagu.
Lagu
Pada kenyataannya, setelah era radio mulai putus nyambung dengan diriku, digantikan dengan televisi. Aku ternyata masih sangat suka mantengin acara televisi yang acaranya musik. Haha. Intinya masih tetap suka sama lagu-lagu. Bedanya, suka muncul rasa aneh saat melihat yang namanya video klip. Jadi, terkadang ketika menyukai lagu tertentu, tetapi aku gak sreg dengan video klipnya, biasanya jadi gak suka lagi. Haha.
Beralih ke era intenet. Setelah masa-masa diriku tak lagi mantengin televisi, aku ternyata mau tak mau terjebak di era drakor. Haha. Awalnya sih dicekoki oleh teman-teman kosan. Jadilah, aku salah satu manusia yang masuk barisan penonton drakor. Tapi bukan itu sih intinya. Sebagaimana yang aku bilang bahawa di postingan ini aku akan berbicara tentang lagu. Jadi, mari kita kembali ke topik. Hehe.
Lagu
Jadi, begini. Sekalipun aku sedang menonton drakor (atau sejenisnya), seringkali fokusku lebih besar pada lagu. Original sountrack-nya, instrument bgm-nya, dan apapun itu yang masih terkait dengan yang namanya lagu. Seringkali aku lebih sibuk mencari-cari lagu dan bgm yang muncul di drama, ketimbang mencari informasi detail tentang drama itu. Mencarinya, mendengarkannya, lagi, dan lagi, lalu memikirkan satu hal.
Apakah satu hal itu?
Setelah menyimak semua jenis lagu, apapun itu judulnya, bagaimanapun itu liriknya, aku merasa kesimpulanku hanya satu: lagu adalah kesedihan. Yep, kesedihan.
Semua lagu yang mengalun adalah kesedihan. Mereka adalah bentuk kesedihan yang divariasikan menjadi berbagai judul, berbagai nada, beragam perasaan yang diramu menjadi lagu.
Aku rasa tidak ada yang namanya lagu ceria. Aku rasa tidak ada namanya lagu gembira. Semua nada-nada lagu ya hanya kesedihan semata. Sering aku mencoba mendengarkan lagu-lagu Avril Lavigne pada masanya, namun setelah kudengarkan aku hanya merasakan kesedihan. Mendengarkan lagu-lagu 1D yang musiknya menghentak-hentak. Ternyata bagiku ya kesedihan.
Kesedihan.
Semuanya sama, serupa. Membuat derai air mata, lalu hampa. Tapi yang membuat sebal adalah ternyata aku masih tertahan bersama lagu-lagu. Apakah ini artinya aku sangat comfortable dengan aroma kesedihan? Haha.
Entahlah. Yang pasti itulah mungkin sebabnya mendengarkan lagu itu dilarang.
Kalau menurutmu, apa pendapatmu tentang lagu? Apakah kamu berpendapat sama denganku? Sepertinya, tidak ya? Baguslah. Kan kita memang beda. Hehe.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar