Pada akhirnya aku menulis ini; dunia keduaku.
Sejak 2 tahun lalu ruangku tak hanya berkelindan dengan keluarga yang sebenarnya keluarga. Aku juga terikat dengan keluarga kedua di lingkungan kerja. Aku punya bundadari juga kakandari yang hebat-hebat. Hebat sebagai pengajar, hebat sebagai teman terbaik, saudara terbaik, juga sebagai ibu terbaik dari anak-anaknya; istri dari suami-suaminya.
Kedua -dari ini yang menjadikan dunia kecilku serasa menyenangkan. Apapun tantangan yang sedang dihadapi tetap tersenyum, ngabodor, namun tetap bisa serius jika waktunya memang harus serius.
Kedua orang hebat ini, kadang-kadang aku takut menyayangi mereka melebihi batasku sendiri. Kadang-kadang aku takut jika aku melangkah ke dunia luar aku tak bisa nyaman seperti di antara mereka. Kadang aku sangat takut pada diriku sendiri yang akan melemah hanya karena ditinggalkan atau sekadar jauh dari keduanya. Kadang aku berpikir jika saatnya berpisah dengan keduanya, akankah aku mau (mampu) menemukan dunia yang sama? Ataukah aku kembali ke pola lama menjadi penyendiri? Aku tak tahu. Aku kadang tak mau tahu, namun aku berharap aku bisa menahan diri, mengajarkan diri untuk ikhlas dan sabar jika kelak terjadi.
Kedua orang hebat ini, aku tak bisa menggambarkan dengan runtut. Yang pasti keduanya adalah orang-orang yang dikarunia kebaikan oleh-Nya dan semoga selamanya mereka berada dalam selamat, sehat, sentosa. Dunia ataupun akhirat semoga kami bisa tetap dipertemukan untuk saling menguatkan.
Kedua orang hebat ini, semoga selalu berada dalam lindungan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar