Titi Sanaria
Kak Tisan adalah penulis berikutnya yang sering saya ikuti dan baca karya-karyanya. Seingat saya, karya pertama kak Tisan yang saya baca adalah Dirt on My Boots. Novel ini bercerita tentang Sita yang mulutnya 'ahli' sekali mengatakan hal-hal dewasa seolah-olah dia benar-benar tahu. Padahal sebenarnya Sita ini aslinya masih 'anak bawang'. Haha.
Cerita diawali dengan Sita yang mengomel karena kakinya sakit akibat stiletto yang dipakainya. Omelan itu nampak berlebihan karena membandingkan stiletto dengan *sensor* haha. Duh, baca novel ini banyak sensor sih. Soalnya ini memang novel berlabel dewasa. Kejadian Sita disaksikan oleh calon bos baru di kantornya yang menganggap Sita lucu.Pertemuan Sita dengan calon bos baru pertama kali terjadi di lift. Sayangnya, Sita yang mulutnya 'aduhai' itu mengatakan hal-hal yang tidak-tidak saat lift tiba-tiba mati. Sita menganggap laki-laki yang bersamanya adalah pembunuh. Meski pada akhirnya Sita bisa melepaskan diri dari si calon bos pada hari itu, hari berikutnya dia benar-benar tak percaya bahwa si pembunuh di lift adalah bos baru pengganti Pak Freddy. Dari situlah banyak interaksi tercipta antara Sita dan bos barunya. Siapa sih bos barunya? Bahkan saya lupa. Haha. Saya lebih inget sama Sita-nya sih.
Pada intinya, di novel ini dikisahkan bagaimana Sita yang sering tak sejalan dengan bosnya melakukan 'pembangkangan' hanya karena pekerjaannya disebut sampah. Sita juga sering kali berkata-kata yang terlalu berani di belakang bosnya, yang sayangnya si bos selalu saja memergoki Sita. Sepanjang bab demi bab kita akan disuguhkan banyak kejadian-kejadian yang 'receh' antara Sita dan pak bos plus dengan rekan-rekan kerjanya yang sama 'gilanya'. Sampai akhirnya di suatu hari Sita terbangun di ranjang pak bos dan tak ingat dengan segala hal yang terjadi setelah sebelumnya terpaksa mabuk karena ingin menunjukkan 'kebenaran' di mata bos. Sejak hari itu Sita dikejar-kejar si bos. Haha. Ya, begitulah.
Nah, sebenarnya pas baca cerita ini saya belum sadar nama penulisnya. Sampai kemudian saya baca Midnight Prince, Dody & Rhe, lalu Ben & Becca. Pas baca Ben & Becca, saya seperti menyadari hal serupa dari bacaan-bacaan itu: kok ini cerita gaya bahasanya kayak kenal, ya? Setelah cek-cek lagi novel-novel yang saya baca, ternyataaaa penulisnya sama. Begitulah akhirnya saya kenal sama kak Tisan. Dari situ pula, saya mulai mengikuti cerita-cerita yang ditulis berikutnya. Seperti halnya kebiasaan saya sebelumnya saat menemukan penulis yang disuka, maka saya akan berkelana ke wattpad dan storial. Dan memang ada di sana. Di wattpad saya jadi kenal dengan cerita Never Let You Go yang lanjutannya saya baca dari novel yang dibeli di blessleaf (di akun shopee), My Brondong Mistake cerita ini membuat saya penasaran karena tokoh Digta yang ngebet banget sama atasannya Kenzie. Ada juga (Masih) Tentang Dia (ini bisa di cek di GPB ya, Love, Lost, and Found, Starting Over, Begins, Mantan Rasa Gebetan, dan Chasing Upik Abu.
Di storial tentu saja kak Tisan nampang juga. Banyak cerita yang saya ikuti juga di platform biru itu. Ada kisah Rara dan Angga para pekerja medis di Second Chance, Keyra sang dokter dan Ian pengusaha di Just You and Me, Tita sang pengisi acara TV bertema petualangan dengan Pak Wahyu pak bos yang punya TV di Tambatan Hati, dan yang terbaru ada Menanti Hari Berganti yang mengisahkan ghost writer Kiera dengan Risyad temannya Yudistira di MRG.
Semakin lama semakin dikenali kak Tisan ini karyanya luar biasa banyaaaaak. Dan sangat produktif. Meski di tengah keproduktifannya itu ternyata kak Tisan adalah penderita gangguan kecemasan. Sebenarnya saya pernah dengar bahwa penulis itu menulis untuk terapi dirinya sendiri. Entah dengan kak Tisan ini, mungkin saja bisa jadi. Oh, ya beliau juga ASN sebenarnya dan menulis adalah hobi yang terus ditekuni, dijalani, di tengah kesibukannya. Dan melihat kesibukannya itu, saya tak habis pikir bagaimana kak Tisan bisa memenej waktu dengan begitu baik sehingga menelurkan karya-karya dalam kurun waktu 2016-2020. Karya-karya kak Tisan ini saya lihat sebagaimana kak Pradnya banyak terbit di Elex Media Komputindo. Dan saya jadi percaya bahwa Elex Media Komputindo ini adalah penerbit yang sukses menelurkan para penulis keren.
Buat teman-teman di sini yang mau baca karya-karya kak Tisan bisa langsung ke akun shopee (bisa cek toko kingkongbuku, blessleaf, dll), GPB, toko buku offline terdekat, atau bisa ke ipusnas juga. Di ipusnas ada beberapa buku kak Tisan yang bisa dibaca gratis dan legal. Oke, itu dulu saja. Maaf belum bisa detail nulis per bukunya. Masih tahap pembiasaan menulis; menulis apa saja, kapan saja, apa saja.
Selamat libur nasional, besok. :)









Tidak ada komentar:
Posting Komentar