Minggu, 07 Maret 2021

Pradnya Paramitha

Pradnya Paramitha. Saya lupa awalnya mengenal nama ini di mana. Yang saya ingat, karya pertama yang saya baca dari kak Pradnya adalah After Wedding. Kisah pernikahan Reya-seorang dosen dengan Rad-seorang chef. Pernikahan mereka diawali dengan ya cukup unik. Karena Reya sudah sering didesak menikah sedangkan Reya terlalu fokus di karir pendidikannya, sementara Rad memilih menikahi Reya yang dirasa memiliki prinsip yang selama ini dipegangnya, yaitu menikahi seseorang yang tidak menuntut cintanya, alias tidak akan jatuh cinta padanya. Awal pernikahan yang membawa bencana. Haha. Lebih menjadi bencana lagi karena nyatanya Reya baru saja patah hati dari Hario yang kini jalan bareng dengan Tiara. 

Apa yang terjadi kepada Reya dan Rad setelah akad? Reya berpikir dia sudah melakukan kesalahan besar. Tentu tidak terlepas dari telepon Hario yang tiba-tiba datang dan menanyakan keputusan Reya. Reya pun dihampiri ketakutan. Ketakutan yang memaksa Rad untuk menceraikannya saat itu juga. Bah, belum apa-apa badai sudah bergulung ke arah mereka. Rad, sebagai pihak yang lebih dewasa tentu berusaha menyadarkan Reya tentang bagaimana mereka memutuskan menikah sebelumnya. Rad menyadarkan bahwa tidak ada paksaan apapun. Jadi seharusnya Reya tahu konsekuensinya. Tapi nyatanya Reya malah histeris, alhasil membuat Rad harus pergi semalaman hanya untuk membiarkan Reya nyaman di kamar hotel yang seharusnya menjadi kamar hotel mereka berdua.

Permasalahan Rad-Reya ini akhirnya diselesaikan dengan solusi klasik: kontrak. Kontrak setahun pernikahan yang akan menjadi jaminan bahwa Reya tetap memiliki kehidupan sebagaimana biasanya sebelum saat terikat pernikahan. Kontrak yang membuat Reya akhirnya mau tak mau tinggal serumah bersama Rad. Lalu, bagaiman setahun pernikahan kontrak mereka berjalan? Bab demi bab bergulir dan saya merasa bahwa cerita ini mengalir dan semakin menarik. Bagaimana interaksi mereka yang semakin lama semakin 'berbahaya'. Kenapa berbahaya? Karena ada Rad dengan prinsipnya: jangan jatuh cinta pada saya maka kamu akan baik-baik saja. Prinsip yang sudah jelas akan sulit diwujudkan. Apalagi di tengah perjalanan Reya (bagaimanapun dia adalah seorang perempuan yang jika diperlakukan baik maka hatinya luluh) merasa bahwa dia mulai jatuh cinta kepada Rad. Bagaimana dengan Rad? Tentu saja 'kabur'. Kabur jauh ke Sorong, Papua dengan alasan pekerjaan.

Sebenarnya, bagaimana sih perasaan Rad? Mengapa dia harus melarikan diri jika punya perasaan yang sama dengan Reya? Lalu, apa yang menjadi dasar prinsipnya bahwa dia membolehkan orang lain jatuh cinta padanya? 

Saya sudah tak ingat berapa kali saya membaca ulang After Wedding ini. Yang pasti saya selalu merasa bahwa baik Rad maupun Reya adalah orang-orang dewasa secara fisik maupun pikiran. Saya suka Rad yang pada akhirnya berusaha untuk Reya. Saya juga suka Reya yang pada akhirnya teguh dengan dirinya. Berkali-kali saya harus meneteskan air mata karena Rad memiliki masa lalu kelam, karena Reya menginginkan cinta Rad yang utuh tak terbagi dengan yang lain, karena orang tua Reya yang demikian percaya kepada Rad dan Rad merasa harus jujur atas kesalahan yang dia perbuat kepada Reya. 

After Wedding membuat saya berpikir tentang rumah tangga yang selalu dipenuhi rintangan baik dari pemilik rumahnya maupun dari tetangga rumah juga dari masa lalu masing-masing pemilik rumah. Meski begitu, tergantung kepada pemilik rumah. Menyerah kalah atau bertahan dan terus maju mencapai tujuan. Kesimpulannya, saya sangat suka dengan cerita After Weeding ini. Sangat-sangat suka sampai-sampai saya mencoba mencari nama kak Pradnya untuk tulisan berikutnya. Dan, memang ketemu. Haha. Saya menemukan kak Pradnya dengan akun pramyths di wattpad. Dari akun oranye itulah saya baca juga kisah Always cerita dari Leo dan Saras. Kalau ini sih tokoh-tokohnya mahasiswa gitu. Sayangnya saya telat baca jadi gak pernah tahu epilognya karena sudah deleted. Dan, saya juga baru tahu kalau Always ini ternyata sekuel dari Better Than This yang saya baca versi lengkapnya di ipusnas karena memang sudah terbit di Elex Media Komputindo. Agak-agak dag dig dug sih pas baca Always khawatir Saras-Leo kandas. Saya tuh tipenya melankolis. Jadi kalau baca yang sad ending suka patah hati sendiri dan kepikiran berhari-hari. Haha. Lebay? Memang sih. 

Dari ketiga bacaan tadi, saya semakin suka dengan cerita-cerita kak Pradnya. Dan semakin sering pula cari-cari cerita kak Pradnya di platform baca buku lainnya. Di google play book akhirnya saya beli Two-Faced yang saat itu ramai diperbincangkan. Katanya, ceritanya seru dan menarik. Jadilah saya tertarik beli e-booknya. Dan, memang menarik. Kisah Abhi dan Randu ini, duuuh lebih gemes daripada cerita sebelum-sebelumnya yang sudah dibaca. Agak-agak salah fokus juga sih ke cuan alias kucingnya Randu. Haha. 

Menurut saya, kisah mereka ini membuat saya greget. Greget sama Abhi yang ...., ya sebenarnya tidak bisa disalahkan sih. Dan berhubung ini cerita happy ending, saya juga mengulang-ulang baca seperti halnya pas baca After Wedding. Dari google play book, saya berkelana ke storial. Kak Pradnya ada juga di platform biru ini loh. Haha. Ada di mana-mana ya dia. Nah kalau di storial saya mengikuti kisahnya Baby without Daddy ayah Sabda dan mama Mentari. Saya rela beberapa kali isi ulang koin storial karena memang ini cerita premium alias berbayar. Tapi, worth it lah. Karena memang seperti biasa ceritanya seru. 

Saya merasa harus lebih hati-hati sih kalau baca cerita ini karena tokoh-tokohnya yang tidak sebagaimana tokoh normal kebanyakan. Sabda yang gay, sementara Mentari berniat memiliki anak tanpa menikah. Mereka berdua tentu memiliki alasan masing-masing sih. Tapi seiring perjalanan waktu muncul perubahan drastis dari kedua tokoh ini yang tentunya layak untuk diikuti setiap alur ceritanya. Wah, ternyata saya sudah cukup banyak juga nih baca karya-karyanya kak Pradnya, hehe. Masih ada lagi sih. Baru-baru ini saya baca kisah Jagad dan Renjana di wattpad. Sayangnya, sayang seribu kali sayang, kisah ini membuat saya patah hati sepatah-patahnya. Mungkin karena beberapa faktor. Di antaranya semakin lama Jagad-Nana semakin tak karuan; lanjutan cerita yang harus ditunggu cukup lama; dan terakhir saya mencoba merangkai cerita di imajinasi sendiri saat membaca cerita menjelang 2 bab terakhir. Tentunya rangkaian cerita yang saya setting sedemikian rupa supaya happy ending. Yang mana tidak terjadi. Untuk pertama kalinya saya bertanya-tanya apakah benar ini cerita ditulis kak Pradnya atau bukan? Karena benar-benar saya merasa terpukul. Sampai-sampai berniat gak akan baca dulu lagi cerita-cerita beliau. Haha. Maaf. Tapi ternyata patah hatiku teralihkan saat kembali menyambangi storial dan mendapati cerita Putih Abu-abu dan Cinta yang Tak Dipercaya sudah lengkap. Dulu sih seinget saya pernah mau baca tapi belum lanjut. Dan kemudian di tengah-tengah kekalutan dan kecemasan karena memegang amanah ketua formative assessment di sekolah, saya membaca cerita remaja ini. Lumayan pulih sih patah hatinya. Hehe. Citra Anggita dan Nikolas Panji akhirnya berhasil mengembalikan mood saya ke hati yang berbunga-bunga penuh warna. Wkwk. Dan lagi, saya bersemangat isi ulang koin storial karena koin yang saya punya tak terasa sudah habis di tengah jalan saat membaca bab ke-20. Arrrrrgggghhh..... seneng, seneng, seneng, pokoknya. Ini cerita yang sepertinya akan dibaca ulang juga mengingat setiap babnya merangkum kelucuan Citra sang siswa teladan dan Niko siswa populer dan jago di bidang non-akademis. Gara-gara sebuah ramuan dan gara-gara kesalahan Sisi yang salah memberi ramuan cinta kepada Niko, alhasil Niko malah mengejar-ngejar Citra. Padahal harapan Citra yang mengejar-ngejarnya adalah Dhira yang selama ini sudah menjadi cinta terpendamnya dari semasa SMP. Pertanyaannya, benarkah Niko mengejar-ngejar Citra karena ramuan cinta itu? Bagaimana perasaan Citra dikejar-kejar Niko cowok terpopuler di sekolah? Nah, coba ada yang mau ikutan teriak-teriak kayak saya gak? Baca saja di storial.co. Jangan lupa siapkan koin. Oh, iya menurut saya lebih stabil kalau bacanya lewat web aja, jangan lewat aplikasi. 


Oke, itu dia karya-karya kak Pradnya yang sudah saya baca. Sebenarnya masih ada cerita lain di wattpad juga di storial yang juga ditulis kak Pradnya. Sayangnya belum tertarik untuk baca lagi. Masih mau mengulang-ulang kisah happy ending saja. Oh, iya karena patah hati baca kisah Jagad-Nana, saya bahkan memutuskan baca cerita Citra-Niko setelah memastikan baca epilognya dan saya merasa tenteram. Haha. Jadi dari epilog baru mundur ke prolog, bab 1, bab 2, lalu lanjut sampai ke epilog lagi. Separah itu memang kalau saya patah hati oleh tokoh-tokoh dan kisah dalam cerita. Wkwk. Oke, selamat berakhir pekan semua. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengadilan Anak. Pengadilan untuk pelaku kriminal yang dilakukan anak di bawah umur. Hakim Sim Eun-sok adalah hakim yang ditugaskan di sebua...