Light Yagami
Keadilan.
Secara naluriah manusia menginginkan keadilan. Apalagi dihadapkan dengan banyaknya kekacauan yang terjadi di depan mata. Dan dunia memang tempatnya kekacauan, keriuhan, dan keruwetan terjadi. Dunia tempatnya kriminalitas merajalela; pencurian, pembunuhan, penyalahgunaan narkoba, dan masih banyak bentuk kriminalitas yang enggan kusebutkan karena terlalu mengerikan untuk dijajarkan.
Keadilan.
Kata ini pulalah yang menjadi impian terbesar Light Yagami. Mimpi menciptakan dunia penuh keadilan bebas dari para penjahat dan kriminal; menciptakan dunia yang damai. Itulah sebabnya dia memilih kuliah hukum. Berharap kelak bisa mewujudkan mimpi terbesarnya.
Suatu ketika, Light Yagami nongkrong di sebuah kafe. Di sana dia tak sengaja menyimak perbincangan sang pembunuh yang divonis bebas bersama dengan teman-temannya. Perbincangan yang menyulut emosi Yagami karena sang pembunuh mengolok-olok keluarga korban yang tidak bisa menghukumnya. Emosi Light Yagami hampir saja terlepaskan pada sang pembunuh namun kemudian dia tak bisa berbuat apa-apa. Pada akhirnya Yagami membenci dirinya, membenci pilihan jurusan kuliahnya, melarikan diri untuk membuang buku hukum yang selalu dibawanya. Di sinilah titik awal keadilan diwujudkan dalam versi ideal Light Yagami.
Ketika Yagami merasa kecewa dengan segala ketidakadilan yang dia rasakan, Yagami menemukan death note yang dijatuhkan sang Dewa Kematian. Katakanlah memang Dewa Kematian sedang bosan dan ingin bersenang-senang, yang mana hanya terjadi di dunia manga atau film hehe. Yagami yang pada dasarnya manusia dengan karakter penasaran tingkat tinggi, membawa death note ke rumahnya. Yagami membaca peraturan dalam death note dan tertawa tak percaya. Meski begitu, saat dia menonton saluran berita, dia menuliskan salah satu nama sang penjahat kriminal di death note dengan maksud iseng saja.
Dan keisengan itu berubah menjadi keterkejutan di keesokan hari saat Yagami membaca koran pagi, menemukan nama sang kriminal sudah terbunuh dengan dugaan serangan jantung. Yagami benar-benar tak bisa mempercayai itu. Untuk membuktikan ketidakpercayannya, Yagami pergi ke luar membawa death note, berjalan ke rel kereta. Di sana dia bertemu dengan sang kriminal dulu yang pernah bertemu dengannya di kafe. Lalu, dengan tangan gemetar Yagami menuliskan nama sang kriminal. Yagami benar-benar menunggu kebenaran yang dia cari. Detik waktu benar-benar dia hitung sampai akhirnya di detik 20, sang kriminal mengeluh kesakitan tak lama kemudian tewas di tempat. Peristiwa yang benar-benar membuat Yagami berlari ke tempat asal ditemukannya sang death note. Di sanalah Yagami bertemu dengan Ryuk, sang Dewa Kematian pemilik death note. Alih-alih merasa ketakutan, Yagami merasa dia menemukan ide mewujudkan keadilan yang dia impikan. Dan dimulailah keadilan versi Yagami dengan alias Kira yang menggemparkan dunia. Keadilan yang baginya hanya bisa diciptakan melalui death note bukan melalui para polisi yang dinilainya tak bisa menegakkan keadilan.
KEADILAN
Menilik masa kini, masa di mana dunia dipenuhi berbagai permasalahan yang tiada henti, ketidakadilan yang semakin nampak nyata. Dan entah kenapa saya ingat dengan Light Yagami haha. Menurut pikiran egois saya, menghadapi ketidakadilan masa kini yang semakin luar biasa, Light Yagami dirasa menjadi satu-satunya solusi. Death note adalah jalan termudah menangkap para penjahat, para kriminal, yang seringkali berkelit dan bahkan bisa mengelabui hukum. Rasa-rasanya lebih mudah membereskan ketidakadilan dengan cara instan mengingat karut-marut birokrasi negeri yang semakin membuat geleng-geleng kepala. Ya, begitulah pemikiran egois saya pagi ini. Hehe. Oh, ya. Bagi yang belum tahu bagaimana sepak terjang Light Yagami. Bagaimana kecerdasan yang dia kerahkan, bisa kalian tonton Death Note movie, ya. Saya sarankan versi Tatsuya Fujiwara. Aktor keren yang aktingnya memukau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar