Jumat, 03 Desember 2021

Kau Hancurkan Diriku, Bila ....

Tiba-tiba saja saya teringat dengan masa-masa remaja.

Teringat dengan lagu-lagu masa lalu. Zaman Dewa 19 masih merajai panggung musik Indonesia.

Salah satu lirik lagunya tiba-tiba saja memanggil-manggil mencoba menarik rasa yang lama.

"Kau hancurkan diriku, bila kau tinggalkan aku,"

Sebuah ungkapan yang mungkin dikenal dengan "bucin" di masa kini.

Betapa dalamnya kalimat ini.

Dan betapa tak berartinya seseorang saat seseorang yang lain, yang diharapkan berada sepanjang usia di sisi meninggalkan kita begitu saja.

Mungkin di satu sisi betapa nampak menyedihkannya seseorang semacam ini yang menunjukkan kelemahan dirinya manakala ditinggalkan orang terkasih.

Tapi di sisi lain mungkin ini kejujuran yang ingin disampaikan bahwa dia tak berarti apa-apa saat orang terkasih meninggalkannya. Apalagi kalau ditinggalkan begitu saja.

Tak mengherankan ada liriknya:

"Kembalilah padaku, bawa separuh napasku,"

Separuh Napas.

Saat kita sudah menemukan belahan jiwa, lalu belahan jiwa itu hilang tiba-tiba, mungkin tak berlebihan rasanya jika disebutkan seperti separuh napas yang hilang.

Ya, mengingat lagu ini hanya ingin berkomentar betapa jujurnya rasa sakit dari seseorang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengadilan Anak. Pengadilan untuk pelaku kriminal yang dilakukan anak di bawah umur. Hakim Sim Eun-sok adalah hakim yang ditugaskan di sebua...